Pagi Cerah, Hati Mendung, Siang Hujan
Sebelum saya mulai, saya mohon maaf kepada para pembaca atas segala kesalahan yang saya perbuat. Baik yang terlihat, tak terlihat maupun yang disengaja dan tidak disengaja. Yak langsung saja saya bercerita tentang kelamnya hati ini di hari yang indah. Pagi ini saya bangun dengan flu yang sedikit berat, suara sengau, dan radang tenggorokan. Tapi saya tak pedulikan itu karena saya ingin menikmati hari libur pertama saya setelah 2 minggu penuh pergi ke kampus. Meski di kampus menyenangkan, tentu kita ingin merasakan damainya hari dengan bersantai-santai di asrama/kosan/rumah. Setelah bangun dari tempat tidur dan melaksanakan ‘ritual’ di pagi hari, saya diajak teman saya bermain bulu tangkis. Tentu saya langsung menyetujuinya, karena saya ingin menjadi manusia yang lebih atletis dan memulai hari dengan keringat, yang menumbuhkan semangat untuk menjalani aktivitas selanjutnya. Kami pun bermain dengan penuh tawa dan semangat, meski permainan kami tak seindah permainan para atlet ...