Kritikan dari Mahasiswa Non-Bahasa Mengenai Bahasa
Hemm jadi sebenarnya saya sudah cukup lama mau nulis tentang ini, yaitu penggunaan bahasa yang ambigu dan tidak 'pas', atau tidak sesuai dengan kaidah bahasa *ceilah*
Sebelumnya saya mau minta maaf, karena saya yakin yang saya tulis di sini pasti banyak salah secara tata bahasa. Saya sih cuma mau ngasi komentar dan kritikan tentang penggunaan bahasa yang sudah sangat jelas itu salah tapi masih sering dipake, malahan jadi populer.
Mulai aja ya~
1. Penulisan kalimat yang ambigu
Ini fatal sih, apalagi saya sering lihat di judul berita.
Saya cukup syok karena beberapa waktu yang lalu saya lihat suatu artikel di web berita, yang berjudul : Psikiater Hanya Buat Orang 'Gila'?
Kenapa syok? ya karena pas saya baca judulnya itu yang ada di pikiran saya adalah, masa psikiater malah bikin orang jadi gila
Ternyata maksudnya itu adalah Psikiater Hanya Untuk Orang 'Gila'?
=______= oke
2. Penambahan kata 'banget' yang tidak sesuai
Ini yang bikin saya kesel bangeeeeet (ini mah sesuai penggunaannya, hahahaha), karena banyak orang yang masih sering pake ini, terutama di lingkungan sekitar saya.
Contoh nih ya, pas masuk kelas ada teman, sebut saja Unta, yang akan presentasi hari itu. Sebelum kelas dimulai ia santai membagikan lembaran materi yang akan dipresentasikannya. Kemudian sang dosen datang dan mempersilakan kelompok Unta untuk memulai presentasinya. berikut dialognya:
Teman sekelompok unta (Tsu): Un, kita presentasi pertama kan?
Unta: Kapan?
Tsu: sekarang!
Unta: sekarang banget?
Saya: %(@*!^(#%^(!)&#_
Contoh 2 deh, biar seru
Saat akan berangkat untuk mendukung para atlet LiMa (Liga Mahasiswa) yang diikuti UBT, (wasek) beberapa orang janjian untuk berangkat bareng dari ITB, lalu ada teman yang hapenya mati, sebut saja Anang
Anang: wah hape gw mati, pinjem power bank lo dong, No
Ano: mati banget hapenya?
Asri: bentar, bedanya mati ama mati banget itu apa?
Ano: kalo mati ya mati aja kak, kalo mati banget itu, udah mati terus hina lagi
Asri: ==" terserah elu dah
3. Salah menggunakan kata 'absen'
Kalo yang ini saya akui, saya masih sering menggunakan kata absen sebagai pengganti presensi, padahal artinya sangat berlawanan, ya. *sedih*
Namun dosen pun masih ada yang salah menggunakan kata ini, meskipun jumlahnya sedikit.
4. Penambahan awalan ter-
Ini kejadiannya cuma ada di jurusan saya sih, dan dimulai oleh satu orang. Dia selalu menambahkan awalan ter- pada hampir setiap kata. Saya kasih contoh yang paling fatal deh ya. ahahaha
(Saat di kelas, dia duduk di sebelah saya dan melihat isi tas saya)
Dia: Sri, kamu ga bawa laptop? Tumben
Asri: ya gapapa, males juga tiap hari bawa laptop. Lagian kayanya abis kelas ini aku mau langsung pulang
Dia: oooh, soalnya kamu kan TERBAWA laptop, Sriii
Asri: Hah? maksudmu aku dibawa secara tidak sengaja sama laptop aku? jadi kalo kuliah aku bawa laptop, laptopnya yang ngebawa aku?
Dia: bukan iiiih, kamu kaya ga kenal aku aja Sri (lalu tertawa lepas)
Nah awalnya sih yang pake gaya bicara ini cuma satu orang, namun seiring berjalannya waktu, sekarang jadi bertambah orang-orang yang gaya bicaranya seperti dia.
Semoga penggunaan bahasa yang benar dapat kita tingkatkan bersama-sama, mumpung masih muda. Salah satu hal yang saya takutkan adalah 'punah'nya bahasa Indonesia karena pemakaiannya yang sering salah, dan kita yang tahu benarnya seperti apa tidak berani bersuara. Mulai di lingkungan terdekat saja, seperti yang sering saya lakukan dengan orang-orang yang seenaknya menambahkan kata 'banget' pada berbagai kata, ahahaha
Sementara itu aja deh, baru kepikiran segitu. Mungkin ada yang mau ditambahkan/menambahkan? :3
oh ya mohon koreksi saya juga ya jika saya salah, karena kan kita tidak luput dari kesalahan ^^v
Terima kasih~
Sebelumnya saya mau minta maaf, karena saya yakin yang saya tulis di sini pasti banyak salah secara tata bahasa. Saya sih cuma mau ngasi komentar dan kritikan tentang penggunaan bahasa yang sudah sangat jelas itu salah tapi masih sering dipake, malahan jadi populer.
Mulai aja ya~
1. Penulisan kalimat yang ambigu
Ini fatal sih, apalagi saya sering lihat di judul berita.
Saya cukup syok karena beberapa waktu yang lalu saya lihat suatu artikel di web berita, yang berjudul : Psikiater Hanya Buat Orang 'Gila'?
Kenapa syok? ya karena pas saya baca judulnya itu yang ada di pikiran saya adalah, masa psikiater malah bikin orang jadi gila
Ternyata maksudnya itu adalah Psikiater Hanya Untuk Orang 'Gila'?
=______= oke
2. Penambahan kata 'banget' yang tidak sesuai
Ini yang bikin saya kesel bangeeeeet (ini mah sesuai penggunaannya, hahahaha), karena banyak orang yang masih sering pake ini, terutama di lingkungan sekitar saya.
Contoh nih ya, pas masuk kelas ada teman, sebut saja Unta, yang akan presentasi hari itu. Sebelum kelas dimulai ia santai membagikan lembaran materi yang akan dipresentasikannya. Kemudian sang dosen datang dan mempersilakan kelompok Unta untuk memulai presentasinya. berikut dialognya:
Teman sekelompok unta (Tsu): Un, kita presentasi pertama kan?
Unta: Kapan?
Tsu: sekarang!
Unta: sekarang banget?
Saya: %(@*!^(#%^(!)&#_
Contoh 2 deh, biar seru
Saat akan berangkat untuk mendukung para atlet LiMa (Liga Mahasiswa) yang diikuti UBT, (wasek) beberapa orang janjian untuk berangkat bareng dari ITB, lalu ada teman yang hapenya mati, sebut saja Anang
Anang: wah hape gw mati, pinjem power bank lo dong, No
Ano: mati banget hapenya?
Asri: bentar, bedanya mati ama mati banget itu apa?
Ano: kalo mati ya mati aja kak, kalo mati banget itu, udah mati terus hina lagi
Asri: ==" terserah elu dah
3. Salah menggunakan kata 'absen'
Kalo yang ini saya akui, saya masih sering menggunakan kata absen sebagai pengganti presensi, padahal artinya sangat berlawanan, ya. *sedih*
Namun dosen pun masih ada yang salah menggunakan kata ini, meskipun jumlahnya sedikit.
4. Penambahan awalan ter-
Ini kejadiannya cuma ada di jurusan saya sih, dan dimulai oleh satu orang. Dia selalu menambahkan awalan ter- pada hampir setiap kata. Saya kasih contoh yang paling fatal deh ya. ahahaha
(Saat di kelas, dia duduk di sebelah saya dan melihat isi tas saya)
Dia: Sri, kamu ga bawa laptop? Tumben
Asri: ya gapapa, males juga tiap hari bawa laptop. Lagian kayanya abis kelas ini aku mau langsung pulang
Dia: oooh, soalnya kamu kan TERBAWA laptop, Sriii
Asri: Hah? maksudmu aku dibawa secara tidak sengaja sama laptop aku? jadi kalo kuliah aku bawa laptop, laptopnya yang ngebawa aku?
Dia: bukan iiiih, kamu kaya ga kenal aku aja Sri (lalu tertawa lepas)
Nah awalnya sih yang pake gaya bicara ini cuma satu orang, namun seiring berjalannya waktu, sekarang jadi bertambah orang-orang yang gaya bicaranya seperti dia.
Semoga penggunaan bahasa yang benar dapat kita tingkatkan bersama-sama, mumpung masih muda. Salah satu hal yang saya takutkan adalah 'punah'nya bahasa Indonesia karena pemakaiannya yang sering salah, dan kita yang tahu benarnya seperti apa tidak berani bersuara. Mulai di lingkungan terdekat saja, seperti yang sering saya lakukan dengan orang-orang yang seenaknya menambahkan kata 'banget' pada berbagai kata, ahahaha
Sementara itu aja deh, baru kepikiran segitu. Mungkin ada yang mau ditambahkan/menambahkan? :3
oh ya mohon koreksi saya juga ya jika saya salah, karena kan kita tidak luput dari kesalahan ^^v
Terima kasih~
Komentar
Posting Komentar