CinTA

Heiheii~
Saya kembali lagi setelah melihat tetangga saya apdet postblognya (apakah peribahasa 'rumput tetangga terlihat lebih hijau' tepat untuk menggambarkan kondisi ini? Sepertinya tidak).

Jadi dia ini bercerita tentang rencana masa depannya. Saya jadi merasa sedikit terlibas, karena sebelumnya saya tidak pernah benar-benar berpikir akan hal-hal yang akan saya lakukan ke depan. Ya mungkin karena rencana saya tidak jauh berbeda dengan yang lain. Berikut saya sampaikan beberapa rencana saya ke depan:

Pertama-tama yang ada di check point hidup saya (ceileh) tentu saja adalah segera menyelesaikan pendidikan S1. Mohon doanya ya untuk saya dan rekan-rekan saya yang sedang menempuh jalanan terjal demi mendapatkan gelar strata satu kami.

Kemudian untuk yang berikutnya sejujurnya saya agak bingung, kenapa? Karena jika saya lulus Oktober ini (aamiin) saya punya banyak waktu luang hingga Januari, yaitu bulan kelahiran saya (terus kenapa?). Bukan, bukan itu. Saya ingin melanjutkan pendidikan profesi di kampus Ganesha lagi, yang kebetulan mulainya sama dengan bulan kelahiran saya. Rencana awalnya adalah saya ingin pulang ke rumah, lalu belajar menyetir, belajar masak, dan belajar yang lainnya. Namuuuun ternyata oh ternyata saya diterima menjadi asisten praktikum (yang padahal daftarnya hanya iseng2 dan merasa tidak mungkin diterima. Saya lupa, justru kalau saya bersikap seperti itu justru saya akan mendapatkannya), yang praktikum ini dilaksanakan setiap pekan. Apakah saya harus tinggal di Bandung demi praktikum itu? Kita nantikan saja, karena saya juga belum menemukan jawabnya.

Yang ketiga adalah melengkapkan setengah agama, semua juga pasti ingin sih kalau yang ini. Hahaha.

Rencana besar saya baru 3 itu saja, sebenarnya masih banyak yang ingin saya tuliskan, tapi saya malu (backsound: Aku mauuu, tapi maluuu). Jadi bahasan ini saya tutup.

Kemudian saya ingin sedikit bercerita tentang beberapa teman seperjuangan (Oktopus) yang sejurusan di kampus gajah ini. Saya baru tahu ternyata saya masih belum benar-benar kenal dengan mereka, karena banyak hal yang baru saya kenali setelah saya berhubungan intens dengan mereka (kok agak serem ya bahasanya....) dan ternyata mereka sangat dewasa meskipun jarang sekali ditampakkan ketika sedang beramai-ramai.

Seperti misalnya, sebut saja dia Timun. Saya baru dekat dengannya sekitar 3 bulan, dan saya baru tahu kalau dia selalu melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Mungkin kita sering melihat di pinggir jalan banyak tulisan, baik bahasa Indonesia ataupun bahasa asing yang ejaannya salah. Kebanyakan orang mungkin hanya menertawakan kesalahan tersebut, sementara dia mengingatkan kita bahwa kesalahan itu mungkin juga disebabkan oleh kita, yang hanya membiarkan hal tersebut terjadi dan tidak mencoba memberitahukan yang benar seperti apa. Kalau bercanda sering out of the box dan membuat semuanya tertawa. Pelawak alami mungkin(?). Selain itu, mungkin bisa dibilang dia adalah teman yang paling jujur, artinya ketika dia merasa tidak 'gak apa-apa' dia tidak akan menjawab gak apa-apa ketika ditanya kenapa. Dia juga merupakan pendengar yang sangat baik, yang tidak akan memotong ketika sedang curhat dan juga menenangkan batin. Terima kasih Timun, dirimu sudah mengajarkanku untuk menjadi manusia yg bermanfaat untuk sekitar, tetap husnudzon, dan juga membuatku lebih terbuka dengan yang lainnya :3

Kemudian ada (lagi-lagi nama samaran) si Kecil. Saya baru saja sedikit mengenalnya (apa sih) ketika saya tidak sengaja bercerita sedikit tentang kegalauan saya. Salah satu kegalauan saya saat itu adalah saya galau apakah saya harus menceritakan kegalauan saya kepadanya. Lalu dia berkata, "kalau kamu masih ragu mau cerita atau ga, lebih baik kamu gak usah cerita dulu. Daripada kamu nanti menyesal udah cerita ke aku, kan?"
Lalu saya langsung nyesssh, baru kali ini saya bertemu dengan orang yang seperti ini. Biasanya orang-orang akan langsung berkata, "cerita aja gapapa" atau kata-kata lain yang intinya sama. Kemudian setelahnya dia memberikan sedikit kultum berkenaan dengan keragu-raguan saya saat itu. Terima kasih, Kecil. Dirimu sudah memberikanku pencerahan mengenai kegalauanku, dan membuatku tidak menyesal bercerita kepadamu. XD

Selanjutnya ada Sayap Ayam. Saya mulai kenal dia saat masuk jurusan. Kalau dia sih memang sudah terbukti (naon) memberi pencerahan kepada orang-orang, yang lagi-lagi tidak ditunjukkan saat sedang ramai. Dia sangat senang bercerita tentang apa saja, sehingga bisa memperluas pengetahuan saya mengenai hal-hal yang sebelumnya saya tidak tahu. Dia juga sering memberikan saya kepercayaan diri, seperti misalnya saya yang tidak mengerti nada lagu sedang bernyanyi, dia bertanya, "kamu nyanyi suara 2 Sri? Nadanya beda gitu, ya karena memang warna suara tiap orang beda. Bukan karena kamu ga bisa nyanyi" (entah itu beneran atau bercanda, haha). Dia bisa dibilang terlalu baik, karena sering membantu orang, namun dia sangat jarang meminta orang lain untuk menolongnya. Terkadang malah saya harus bertanya dahulu, "ada yang bisa dibantu tidak?" baru dia akan meminta bantuan. Hati-hati broh kebaikanmu dimanfaatkan orang. Tapi terima kasih ya, Sayap Ayam, sudah mengajarkanku untuk menjadi lebih percaya diri, lebih peka terhadap sekitar, dan menjadi teman terbaikku selama di kampus ini. :D

Mohon maaf kepada teman-teman yang tidak saya ceritakan di sini ya. Kalian tetap punya tempat khusus kok di hidup saya (ihiiiy). Aku cinta kalian semua!

Akhir kata, selamat menikmati akhir pekan!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memperbaiki Kesalahan

Terdiam

Contaminated