Teman (Hidup) updated!
Teman hidup, kalau menurut KBBI artinya adalah orang yang dijadikan pasangan hidup (istri atau suami).
Belakangan ini pembicaraan teman-teman seumuran saya tidak jauh-jauh dari topik itu. Ya, tentang teman hidup. Meskipun pembicaraan awalnya bukan tentang itu, namun entah bagaimana caranya akan menyerempet ke arah sana.
Sekitar seminggu yang lalu saya makan es krim dengan teman baik saya sambil bercerita selama 2 jam tentang teman hidup. Dia bilang, ya memang sudah masuk usia untuk membicarakan itu. Sudah harus serius karena ini kaitannya dengan komitmen seumur hidup.
Kemudian pembicaraan dengan teman baik saya yang lain, dia akhir-akhir ini merasa malu (blushing) saat melihat beranda Facebooknya dipenuhi foto-foto pranikah temannya. Lalu dia memikirkan bagaimana dirinya saat akan melakukan hal yang sama (ciee :p). Dan ia merasa sangat kagum dengan orang tua kita yang masih langgeng sampai sekarang, walau mungkin ada pertengkaran, tapi itu tidak membuat keduanya terpisah.
Lalu terlintas pemikiran agak bodoh di benak saya, kalau sudah nikah berarti tiap hari ketemu ya. Dari yang tadinya (mungkin) tidak terlalu dekat, jadi selalu bersama setiap hari. Dari yang tadinya apa-apa sendiri, sekarang ada pasangannya. Itulah sebabnya saat acara pernikahan, tamu-tamu selalu berkata,"selamat menempuh hidup baru", karena kedua mempelai akan merasakan hidupnya berbeda dengan keberadaan pasangannya. Sehingga sang suami/istri perlu menerima eksistensi orang baru dalam hidupnya, dengan saling beradaptasi, saling kompromi, karena masing-masing pasti punya idealisme sebelum menikah, yang bahkan idealisme tersebut tetap ada hingga masa awal pernikahan. Namun tentu saja dengan menikah akan ada tempat berbagi senang dan keluh kesah yang baru, jadi punya teman membangun impian bersama, menata masa depan bersama, belajar hidup bersama. Mengenal karakter atau sifat baru yang mungkin sebelumnya tidak diketahui teman-temannya atau bahkan keluarganya, karena katanya berkenalan (ta'aruf) itu prosesnya sepanjang hidup. Katanya dengan mengenal sesuatu yang baru dari orang yang telah lama kita kenal bisa membuat kita semakin mencintai dirinya.
Bicara soal ta'aruf, salah satu hal yang penting adalah kesadaran akan perbedaan. Biasanya perbedaan identik dengan ketidakcocokan. Namun ternyata kecocokan tidak selalu berarti kesamaan, misal X cocok dengan Y, karena X cerewet, dan Y pendiam. Kalau mereka berdua sama-sama cerewet siapa yang mendengar? Begitu pula kalau keduanya pendiam siapa yang akan berbicara? Katanya sih hukum kecocokan ada 4: kesamaan (mungkin punya hobi yang sama), saling menutupi (mungkin biasa dikenal juga dengan saling melengkapi), kedekatan (mungkin hubungan antara keduanya, apakah teman atau teman baik, saya juga kurang tahu), dan kontras (seperti contoh X dan Y).
Sebenarnya masih banyak hal-hal penting terkait proses mengenal, atau tahap berkenalan ini. Namun saya bingung apakah perlu dibuat post khusus atau dilanjut di sini saja. Selain itu, saya masih butuh mencari pustaka yang sesuai dengan tema ini. Atau mungkin ada tambahan dari pembaca? Silakan komen.
Semoga bermanfaat.
Jangan lupa undangan ke saya ya kalau akan menikah! :3
Komentar
Posting Komentar